Metode Pembelajaran di Kelas, Apa saja Kekurangan dan Kelebihannya? Yuk Simak…

Pengertian metode berdasarkan penjelasan para ahli adalah [penci_blockquote style=”style-1″ align=”none” author=””]sebuah cara dan upaya yang dilakukan tenaga pendidik untuk menyampaikan materi ajar untuk siswa[/penci_blockquote]. Metode sering juga diartikan sebagai pemilihan model atau gaya mengajar yang melibatkan berbagai unsur. Di dalamnya kita akan menemukan strategi, pendekatan, dan metode sebagai unsur yang saling terkait satu sama lain. jadi, implementasi metode mengajar yang tepat akan membantu guru mencapai tujuan pembelajaran sesuai silabus dan kurikulum.

Metode pengajaran dipraktekkan pada saat mengajar dan dibuat semenarik mungkin agar peserta didik mendapat pengetahuan dengan efektif dan efisien. Berikut ini metode metode pengajaran dalam proses belajar yang dirangkum dari beberapa sumber:

Sebagai tenaga pendidik, kita harus sadar bahawa tidak ada model metode pembelajaran yang paling sempurna. Semua metode mengajar memiliki kelamahan dan kelebihan tersendiri. Metode tersebut bisa menjadi efektif dalam keadaan tertentu maupun juga sebaliknya. Maka dari itu kita harus bijak dalam memilih metode pembelajaran berdasarkan beberapa kriteria. Misalnya saja seperti populasi siswa, mata pelajaran, materi yang akan diajarkan, ketersediaan fasilitas, dan lain sebagainya.

1. Metode Ceramah (Lecturing Method)

Ceramah merupakan metode paling klasik dan mudah dalam dunia pendidikan. Ceramah memungkinkan guru untuk menyampaikan informasi secara luas kepada seluruh siswa secara langsung. Bisa dibilang ceramah menjadi [penci_blockquote style=”style-3″ align=”none” author=””]metode mengajar yang berfokus pada guru (penjelasan guru) dan siswa harus menyimak untuk mendapatkan ilmu[/penci_blockquote]. Di indonesia sendiri metode ceramah dipakai pada tahun 2000an hingga 2013 lewat kurikulum KTSP. Namun seiring berjalannya waktu, implementasi dari metode ini tidak memberikan hasil yang signifikan untuk proses KBM.

Meskipun kurikulum sudah direvisi, namun masih banyak pengajar yang menggunakan metode ceramah di kelas. Hal ini disebabkan karena cakupan kelas yang begitu besar dan jumlah siswa yang banyak. Sehingga ceramah bisa menjadi alternatif untuk mengcover seluruh siswa dalam satu waktu. Sebelum lanjut membahas perbedaan metode, strategi, pendekatan, dan tehnik silahkan simak kelebihan dan kekurangan ceramah.

Kelebihan metode ceramah:

  • Efektif untuk mengajar kelas dengan jumlah siswa banyak.
  • Penguasaan kelas menjadi lebih mudah.
  • Mudah untuk menyampaikan materi yang padat.
  • Mendorong siswa untuk menjadi lebih fokus.
  • Guru dapat mengendalikan kelas secara penuh.
  • Guru dapat menyampaikan pelajaran yang luas.
  • Dapat diikuti oleh jumlah anak didik yang banyak.
  • Mudah dilaksanakan.

Kekurangan metode ceramah:

  • Guru tidak bisa melakukan monitoring dan evaluasi penguasaan materi pada siswa.
  • Berpotensi membuat siswa bosan.
  • Kurangnya keaktifan di dalam kelas.
  • Siswa pasif karena hanya menjadi pendengar saja.
  • Menghambat proses kreatifitas dan keaktifan siswa.
  • Siswa menjadi pasif.
  • Proses belajar membosankan dan siswa mengantuk.
  • Terdapat unsur paksaan untuk mendengarkan.
  • Siswa dengan gaya belajar visual akan bosan dan tidak dapat menerima informasi atau pengetahuan,
  • pada anak dengan gaya belajar auditori hal ini mungkin cukup menarik.
  • Evaluasi proses belajar sulit dikontrol, karena tidak ada poin pencapaian yang jelas.
  • Proses pengajaran menjadi verbalisme atau berfokus pada pengertian kata- kata saja.

Di Indonesia sendiri metode ceramah sudah lama ditinggalkan dan diganti dengan variasi metode lainnya. Misalnya saja collaborative teaching & learning, forum discussion, dan lain sebagainya yang berorientasi pada siswa. Dengan demikian diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif

2. Metode Diskusi (Discussion)

Metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah. Metode ini juga biasa dilakukan secara berkelompok atau diskusi kelompok.

Metode  Diskusi  adalah [penci_blockquote style=”style-3″ align=”none” author=””]metode pembelajaran berbentuk tukar menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian yang sama, lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama.[/penci_blockquote]

Diskusi menjadi salah satu metode trend yang bisa mempersatukan kelas serta memperkuat ikatan antara guru dengan murid. Diskusi juga banyak sekali diterapkan di berbagia negara karena tingkat kesuksesannya tinggi. Dalam diskusi biasanya siswa dan guru akan membicarakan sebuah masalah dan mencari jawabannya bersama-sama. Metode pembelajaran ini bisa juga disebut problem solving karena melibatkan proses analisa masalah dan pemecahan solusi. Tidak hanya dilakukan oleh guru dan murid saja, melainkan metode diskusi juga bisa diterapkan dalam lingkup antar siswa secara berkelompok.

Melalui grup diskusi tersebut siswa bisa mengembangkan potensi berpikir kritis bersama-sama. Selain itu, dari segi sosial siswa bisa saling menghargai pemikiran dan pendapat temannya melalui diskusi. Metode ini tidak memiliki model pembelajaran yang banyak namun guru harus mempersiapkan strategi mengajar yang tepat agar diskusi berjalan lancar. Di Indonesia, diskusi sering diartikan sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk mencapai kelas yang aktif. Padahal jika mengacu pada penuturan ahli, terdapat perbedaan antara metode dan strategi yang sangat kontras.

Kelebihan Diskusi

Berikut kelebihan metode diskusi, antara lain:

  • Merangsang  kreativitas  anak  didik  dalam  bentuk  ide,  gagasan,    prakarya dan terobosan baru dalam pemecahan masalah.
  • Mengembangkan sikap saling menghargai pendapat orang lain.
  • Memperluas wawasan.
  • Membina  untuk  terbiasa  musyawarah  dalam  memecahkan  suatu masalah.

Kelemahan Diskusi

Berikut kekurangan metode diskusi, antara lain:

  • Membutuhkan waktu yang panjang.
  • Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar.
  • Peserta mendapat informasi yang terbatas.
  • Dikuasai  orang-orang  yang  suka  berbicara  atau  ingin menonjolkan diri.

3. Metode Kolaborasi (Collaborative)

Salah satu metode yang sering dianggap sebagai strategi mengajar dan teknik pembelajaran adalah collaborative learning. Padahal jika dilihat dari sudut pandang guru, [penci_blockquote style=”style-3″ align=”none” author=””]kolaborasi termasuk dalam metode mengajar agar bagaimana siswa bisa aktif saling menyampaikan opini[/penci_blockquote]. Nah, setelah mendapatkan konsep kolabirasi diperlukan adanya strategi pembelajaran agar tujuan bisa tercapai. Strategi tersebut akhirnya melibatkan tehnik mengajar bagaimana pembawaan guru dalam melaksanakan kolaborasi.

Metode kolaborasi pun bisa dibagi menjadi beberapa model pembelajaran berdasarkan strategi yang diambil. Misalnya saja strategi “fishbowl discussion” dimana siswa dibagi menjadi 2 tingkatan grup (luar dan dalam). Pada tingkatan dalam, perwakilan siswa saling melakukan diskusi secara bersama membahas materi. Sementara itu, siswa yang ada pada tingkatan luar akan mendengarkan dan mencatat poin penting hasil diskusi. Selanjutnya guru bisa melakukan rolling agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama menjadi pembicara maupun pendengar.

Kelebihan Kolaborasi

  1. Menanamkan kerjasama dan toleransi terhadap pendapat orang lain dan meningkatkan kemampuan menyatakan gagasan.
  2. Menanamkan sikap akan menulis sebagai suatu proses karena kerja kelompok menekankan revisi, memungkinkan siswa mengajari sejawat, dan memungkinkan penulis yang agak lemah mengenal tulisan karya sejawat yang lebih kuat (Lunsford: 1986).
  3. Mendorong siswa saling belajar dalam kerja kelompok dan menyajikan suasana kerja yang akan mereka alami dalam dunia professional di masa mendatang (Allen: 1986).
  4. Membiasakan koreksi diri dan menulis draf secara berulang, siswa menjadi pembacanya yang paling setia

kekurangan Kolaborasi

  1. Memerlukan pengawasan yang baik dari guru, karena jika tidak dilakukan pengawasan yang baik, maka proses kolaboratif tidak akan efektif.
  2. Ada kecenderungan untuk saling mencontoh pekerjaan orang lain.
  3. Memakan waktu yang cukup lama, karena itu harus dilakukan dengan penuh kesabaran.
  4. Sulitnya mendapatkan teman yang dapat bekerjasama.

4. Metode Proyek (Project Based)

Jenis metode pembelajaran kurikulum selanjutnya tidak lain adalah metode perencanaan atau dalam bahasa inggris biasa disebut project based learning. Pengertian dari project based adalah model pembelajaran yang menggunakan kegiatan berbasis proyek. Dilaksanakan dalam jangka waktu dan tujuan tertentu sesuai dengan kesepakatan antara siswa dan guru. Melalui metode mengajar yang satu ini bisa memembentuk karakter siswa menjadi lebih aktif, dilain sisi suasana kelas menjadi interaktif, meningkatkan critical thinking, dan lain sebagainya. mengapa bisa demikian? Karena project based learning sejatinya adalah metode pembelajaran berbasis siswa (student centered). Model pembelajaran seperti ini sangat sesuai terapkan pada kurikulum 2013 yang notabennya menuntut pendidikan karakter didalamnya.

[penci_blockquote style=”style-3″ align=”none” author=””]Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.[/penci_blockquote]

Sayangnya, metode pembelajaran berbasis proyek ini tidak bisa digunakan di semua mata pelajaran. Misalnya saja pada matematika, tidak mungkin kita meminta siswa untuk membuat project menghitung luas suatu bangun. Lain halnya ketika kita berada di mapel biologi, kita bisa memberikan project pada siswa sebagai bentuk penugasan berjangka. Siswa diminta menanam 2 jenis kacang tanah dengan treatment yang berbeda. Selang waktu yang ditentukan mereka harus mengamati perbedaan dan membuat hipotesis kenapa hal perbedaan tersebut bisa terjadi.

Kelebihan Project Based

  1. Memotivasi peserta didik dengan melibatkannya di dalam pembelajarannya, membiarkan sesuai minatnya, menjawab pertanyaan dan untuk membuat keputusan dalam proses belajar.
  2. Menyediakan kesempatan pembelajaran berbagai disiplin ilmu.
  3. Membantu keterkaitan hidup di luar sekolah, memperhatikan dunia nyata, dan mengembangkan ketrampilan nyata.
  4. Menyediakan peluang unik karena pendidik membangun hubungan dengan peserta didik, sebagai pelatih, fasilitator, dan co-learner.
  5. Menyediakan kesempatan untuk membangun hubungan dengan komunitas yang besar.
  6. Membuat peserta didik lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
  7. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
  8. Memberikan pengalaman pada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasikan proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
  9. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
  10. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.

Kekurangan Project Based

  1. Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
  2. Membutuhkan biaya yang cukup banyak.
  3. Banyak pendidik yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana pendidik memegang peran utama di dalam kelas.
  4. Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
  5. Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
  6. Ada kemungkinan peserta didik ada yang kurang aktif dalam kerja kelompok, ketika topik yang diberikan pada masing-masing kelompok berbeda, dan dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara  keseluruhan.

 

https://rpp.co.id/12-macam-metode-pembelajaran-k13/
https://riyadiljannah.wordpress.com/2015/06/30/model-pembelajaran-kolaboratif-2/
https://penerbitdeepublish.com/macam-metode-pembelajaran/

 736 total views,  2 views today

Related Post

SnekerKeren! Salah satu materi yang harus diketahui oleh peserta MPLS kali ini adalah Kurikulum yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Read more

Hari Sumpah Pemuda yang ke- 93 yang jatuh pada Kamis 28 Oktober 2021,  diharapkan menjadi momentum para pemuda untuk bersatu Read more

Leave a Reply